Subhanallah bertemu dengan sosok kuat dan penuh semangat..umurnya beliau sudah lupa..yang jelas beliau sudah mengerti dan melihat jaman NIPON..berarti sudah remaja ketika itu.. Setiap hari beliau harus menempuh perjalanan skitar stengah jam dari rumahnya menuju hutan tempat beliau mencari nafkah...ya hutan..bukan sawah atau ladang pribadi .tapi hutan milik perhutani yang ia tanami dengab palawija..kadang berangkat bersama anak dan cucunya tapi tidak jarangjuga beliau harus berada ditengah hutan sendirian dalam panas dan hujan.
Hasilnya memang tidak seberapa..ya karena tanaman beliau hanya ditanam tumpang sari dibawah pohon jati yang sudah tinggi..
Yang paling mengahrukan adalah ketika beliau mnyampaikan bahwa hasil kebunya ini adalah untuk cucunya yang sekolah Aliyah Di Ploso.
Uang saku untk bensin rata rata 5rb perhari. Biaya persemester 800.000..ya uang panen kebun ini habis untuk sekolah cucu beliau..
Seakan tidak kuat hati ini melihat pengorbanan dan perjuangan beliau. Berkerja jauh ditengah hutan dengan kondisi fisik diusia senja..sungguh besar dan berjasa umur beliau..semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan kepada engkau Mbah Musdi..
Sekolah sing pinter yo le..itulah pesan berharga beliau kepada siswa siswa Kami...terima kasih atas pelajaran yang engkau berikan siang ini mbah musdi...
0 komentar:
Posting Komentar