Sekarang aku mulai rajin membantu orangtuaku mengerjakan pekerjaan rumah. Aku lebih bersemangat untuk bisa mandiri, meninggalkan kebiasaan manjaku yang lalu. Mungkin hanya hal-hal kecil yang aku lakukan, setidaknya aku tidak lagi terlalu merepotkan orangtuaku. Menyapu, mencuci pakaian dan beberapa kegiatan serupa lainnya kini aku lakukan sendiri.
Perubahan ini berawal ketika aku mengikuti program sekolah "1 Jam Membantu", yang merupakan program tetap di SMPIT Ar Ruhul Jadid Jombang. Dalam kegiatan kali ini aku dan teman-teman di dampingi salah satu ustadz SMPIT Ar Ruhul jadid pergi ke pasar PON Jombang. Di pasar tersebut kami menyebar menawarkan bantuan. Sempat terbersit rasa malu dan takut dalam benakku melihat temanku yang mendapat penolakan dari salah satu pedagang. Sembari melihat teman-teman menawarkan bantuan. Akhirnya beberapa anak sudah mendapatkan tempat untuk membantu. Tinggal diriku dan 5 orang lainnya yang masih berusaha untuk mendapatkan tempat. Aku tertarik pada salah satu pedagang buah emperan pasar. Jantungku berdegup kencang ketika menghampiri pedagang itu takut bila aku mendapat penolakan. Dan aku pun memberanikan diri untuk menawarkan diri agar bisa membantu orang tersebut. Ku awali dengan salam akupun mengutarakan niatku untuk bisa membantu bapak pedagang tersebut selama beberapa waktu. Alhamdulillah bapak tersebut mau menerimaku. Bingung juga harus melakukan apa, akupun bertanya pada bapak tersebut apa yang bisa aku bantu. Bapak tersebut mengangkat sekeranjang mangga lalu menyuruhku untuk memindahkan mangga dari keranjang ke tempat dimana mangga-mangga yang lainnya dijajakan. Baru setengah keranjang peluhku sudah mulai bercucuran, maklum aku belum pernah melakukan hal seperti ini. Wajahku pun sudah mulai terlihat kusam tidak terlihat tampan seperti awal datang ke pasar, memang wajahku tampan? setidaknya itulah yang di katakan orangtuaku saat menimangku di waktu kecil "anakku sing ganteng dewe".
Para pelanggan bapak tersebut mulai berdatangan dan beberapa buah sudah mulai berkurang. Seperti sebelumnya aku melakukan pekerjaan seperti tadi. Hingga akhirnya tiba waktuku untuk berpamitan. Sebungkus mangga pemberian bapak pedagang tersebut menyertaiku pulang. Capek juga, padahal aku cuma membantu sedikit. Aku jadi teringat sama Bapakku ketika beliau pulang dari kerja terlihat gurat kelelahan di wajahnya. Ternyata kerja itu tidak mudah butuh tenaga extra, kegigihan dan keuletan. Mendengar cerita bapak pedagang tersebut tentang lika-liku kehidupannya berdagang buah di sela-sela berjualantadi menambah ilmu baru bagiku. Hal itu merubah pola pikirku, untuk merubah diriku menjadi anak yang lebih baik lagi.
Dari kegiatan itu aku dan teman-teman mendapat pelajaran baru tentang kehidupan. Mendengar cerita teman-teman sesudah kegiatan tersebut membuka pikiranku tentang kehidupan. Masih banyak hal yang belum aku pelajari dalam hidup ini. Setidaknya untuk saat ini aku harus bisa merubah diriku untuk bisa lebih mandiri dan berbakti kepada kedua orangtuaku. Ini ada beberapa foto teman-teman selama kegiatan, monggo dilihat. #LAI_SMPIT_ARJ_2015
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar